Khutbah Iduladha: Hakikat Pengorbanan di Masa Pandemi
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Masjid Muhajirin berdiri pada tanggal 12 Juli 2002, dimana sebelum menjadi Masjid dulunya adalah sebuah Mushalla dengan ukuran 7x7 yang diwakafkan oleh Bapak H. Ekshan ( Alm ). Sesuai dengan perkembangan umat Islam di dusun Pebuahan desa Banyubiru yang mencapai 625 KK atau 2500 jiwa dan 80% menganut agama Islam.Maka terjadi kesepakatan untuk mendirikan Masjid seperti apa yang telah kami tempati saat ini untuk sarana ibadah. Mengingat dengan perkembangan jama'ah, Masjid yang dulunya tidak dapat menampung jamaah lagi yang kian bertambah dan keadaan Masjid Muhajirin pun dalam keadaan memprihatinkan dengan kondisi yang seba kekurangan.Dengan itulah keinginan jamaah ini diwujudkan dengan membentuk panitia pembangunan masjid yang masa kerjanya 3 tahun, dimana susunan panitianya ada pada lampiran proposal ini, namun setelah panitia memulai tugas yang diamanatkan ternyata menemui hambatan - hambatan diantaranya adalah masalah dana ( Pendanaan ).Dimana RAB ( REncana Anggaran Biaya ) yang diperlukan mencapai Rp. 199.849.000,- dengan ukuran yang rencananya dibangun 12x12 M2 dan untuk dana awal jamaah diwajibkan membayar sumbangan sebesar Rp. 50.000,- dan Rp. 100.000,- dengan kesepakatan dibayar selama 6 bulan. Namun dengan keterbatasan ekonomi yang ada tidak dapat mendukung sepenuhnya pembangunan masjid ini.
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Khutbah Pertama اَلْØÙŽÙ…ْد٠للهÙ..